Langsung ke konten utama

Disclaimer

Seluruh konten di TheStartupThings dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi. 
Kami berusaha memberikan informasi yang akurat, namun tidak menjamin semua informasi 100% benar atau terbaru.

1. Bukan Saran Hukum atau Keuangan

Konten yang ada di blog ini tidak bisa dianggap sebagai saran hukum, keuangan, atau bisnis profesional. Jika Anda membutuhkan saran resmi, silakan konsultasikan dengan profesional yang berwenang.

2. Tanggung Jawab Pengguna

Kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan yang diambil berdasarkan informasi dari blog ini.

3. Tautan ke Situs Eksternal

Blog ini mungkin mengandung tautan ke situs eksternal. Kami tidak bertanggung jawab atas isi atau kebijakan privasi situs tersebut.

Dengan mengakses blog ini, Anda dianggap telah memahami dan menyetujui disclaimer ini.

Postingan populer dari blog ini

Customer Persona: Cara Efektif Mengenali Target Pasar Startup Anda

Menentukan siapa target pasar startup Anda bukan hanya soal demografi seperti usia atau lokasi. Untuk benar-benar memahami calon pengguna, Anda perlu membuat customer persona — gambaran detail dari pengguna ideal Anda. Artikel ini akan membahas apa itu customer persona, mengapa penting, dan bagaimana cara membuatnya secara efektif. Apa Itu Customer Persona? Customer persona adalah representasi fiktif dari target pelanggan Anda berdasarkan riset data nyata. Persona ini biasanya mencakup: Nama (fiktif) Usia, jenis kelamin, pekerjaan Tujuan dan tantangan Motivasi membeli Kebiasaan online Masalah utama yang bisa diselesaikan oleh produk/layanan Anda Kenapa Customer Persona Penting untuk Startup? Memfokuskan Strategi Pemasaran: Dengan memahami siapa audiens Anda, Anda bisa membuat pesan marketing yang lebih relevan. Membantu Pengembangan Produk: Persona membantu tim produk membuat fitur yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna. Efisiensi Biaya: Anda bisa menghindari p...

Berani Gagal di Depan Publik: Kekuatan Founder yang Tahan Mental

Pendahuluan Membangun startup adalah proses penuh tantangan. Di balik setiap produk gagal, pitch ditolak, dan strategi yang tidak berjalan, ada satu hal yang membedakan founder sukses dengan yang menyerah adalah  ketahanan mental . Kita hidup di era digital, di mana setiap langkah founder bisa terlihat publik. Launching gagal? Investor batal deal? Semua bisa tersebar luas. Namun justru di sinilah mental founder diuji, mereka yang berani gagal dan tetap maju adalah yang akan bertahan. Gagal Itu Menyakitkan, Tapi Perlu Banyak founder takut gagal bukan karena hasilnya, tapi karena takut dilihat gagal oleh orang lain. Padahal, kegagalan di depan publik: Memberi pelajaran nyata dan cepat Menunjukkan bahwa kamu bergerak, bukan diam Menumbuhkan kepercayaan dari komunitas yang melihat kejujuranmu Orang lebih percaya pada founder yang transparan dan terus berproses, dibanding yang terlihat sempurna tapi diam-diam stagnan. Mental Founder = Aset Tak Ternilai Kamu bisa belajar stra...

Tips Jualan Pertama untuk Founder Non-Marketer

Banyak founder memulai startup dengan skill teknis atau ide besar — tapi kesulitan saat harus jualan. Padahal, menjual itu bagian penting dari validasi dan pertumbuhan awal . Kabar baiknya: kamu gak perlu jadi ahli sales atau punya background marketing untuk mulai jualan. Yang kamu butuhkan adalah mindset yang tepat dan strategi yang sederhana. Kenapa Founder Harus Bisa Jualan? Kamu orang yang paling paham tentang produkmu. Jadi, kamu juga yang paling bisa menjelaskan manfaatnya. Di tahap awal, pelanggan beli karena kamu, bukan produkmu. Personal trust matters. Jualan adalah proses validasi langsung dari pengguna. Kalau gak bisa jual, bisa jadi ada yang salah di ide atau solusimu. Tips Jualan Pertama Buat Founder Non-Marketer 1. Mulai dari Circle Terdekat Jangan malu untuk mulai dari teman, komunitas, atau koneksi LinkedIn. Pitch dengan jujur: kamu sedang membangun solusi dan butuh masukan. Fokus pada: "Aku ingin bantu kamu menyelesaikan masalah ini." 2. Gu...